Gelar Kuliah Tamu, Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah Hadirkan Pengurus ASPIKOM Pusat

Hadirkan dosen tamu, Para Dosen juga Mahasiswa/I FISIP UIN Raden Fatah berbondong-bondong hadiri Kuliah Tamu bahas seputar Transformasi Public Relations Menuju Cyber Public Relation Di Era Digital dengan pemateri seorang pengurus pusat ASPIKOM sekaligus Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponogoro, Dr. Yanuar Luqman, M. Si yang berlangsung di Aula Gedung Raden Fatah Tower Lt. 2, Senin (8/11/2021).

Kegiatan yang dipandu oleh salah satu Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah, Ahmad Muhaimin, M. Si membahas seputar paragdima baru terhadap transformasi public relations pada era digital juga tantangan dalam membangun strategi dan taktis komunikasi juga menguasai seluruh spektrum komunikasi untuk membangun pengertian di luar ataupun dalam organisasi/institusi.

Dalam penyampaian materi, Dr. Yanuar Luqman, M. Si memaparkan bahwa kita saat ini harus menguasai perkembangan yang terjadi dari setiap lingkup juga mampu menguasai tujuan dan perkembangan seluruh aspek yang ada di luar organisasi, serta memiliki integritas yang tinggi untuk membangun kepercayaan melalui komunikasi yang terbuka oleh pihak humas.

Ia juga menimpalkan bahwa kita mesti waspada terhadap berita hoax yang menjadi fokus masalah utama saat ini, solusi yang dapat dilakukan ada 4 yakni produksi video untuk diupload di youtube, penekanan pada mobile format, libatkan Buzzer, Blogger Serta Aktivis Sosmed, dan yang paling penting adalah tetap menggunakan media konvensional dalam penyebaran informasi.

Menurut Dr. Yanuar Luqman, M. Si Materi yang disampaikan sangat penting dalam era teknologi serta cara berkomunikasi yang berbeda di era generasi sebelumnya. Tantangan dalam transformasi Public Relation pada era sekarang ialah relatif, bahwa teknologi terdapat positif dan negatif.

“Materi ini kalau untuk mahasiswa penting ya, karena era mahasiswa sekarang itu kan era teknologi jadinya cara berkomunikasi tentunya lain dengan generasi-generasi sebelumnya, tantangan menjadi lain juga, kalau saya bilang tantangannya berat atau tidak itu relatif, tetapi bahwa hadirnya teknologi itu ada plus dan ada minus nya dan itu diantisipasi misalnya kehadiran YouTube itu yang fenomena, kemudian yang baru baru ini tiktok itu juga jadi pemikiran bagi mahasiswa apa lagi itu dikaitkan dengan kegiatan humas. Menurut saya Pengetahuan-pengetahuan ini penting lah, artinya mahasiswa Sumatera Selatan misalnya itu, supaya lebih peduli lagi kepada dengan teknologi karena Sekarang ini, teknologi itu menjadi salah satu aspek yang menentukan sukses kita dalam komunikasi publik.” Imbuhnya.

Beliau berharap agar mahasiswa UIN dan Sumsel pada umumnya paham tentang tantangan kedepannya bahwa era digitalisasi itu memerlukan kecepatan untuk bereaksi kemudian lebih adaptif agar tidak ketinggalan.

“Mahasiswa sekarang saya pikir adalah insan-Insan PR yang mempunyai keunggulan yang khusus dibandingkan generasi yang sebelumnya karena mahasiswa sekarang itu informasi sudah banyak sekali dan gampang didapatkan, tinggal minsed nya, gimana memanage nya, mengatur nya” pesannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *