•  
  • Pusat Informasi FISIP UIN Raden Fatah Palembang
Rabu, 04 April 2018 - 09:04:24 WIB
Persiapan Menghadapi Perubahan Orientasi IAPT (Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi) di Indonesia.
Diposting oleh : Diina Fauziah
Kategori: Berita headline - Dibaca: 183 kali

Sebagai pensikapan atas peluncuran Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi  (IAPT) yang baru atau versi 3.0, Rabu (28/03) lalu, di El Royal Hotel, Jakarta Utara, maka Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Politik UIN Raden Fatah Andi Candra Jaya mengadakan rapat koordinasi bersama seluruh Dosen dan Staff di lingkungan Prodi Ilmu Politik pada hari Senin (02/04). Dalam Rapat tersebut dibahas orientasi baru IAPT dan bagaimana persiapan yang harus dilakukan. Mengingat persoalan akreditasi harus dipersiapkan dengan matang dalam jangka waktu yang panjang. Akreditasi Prodi Ilmu Politik yang mendapatkan nilai B memang akan berakhir pada 3 Januari 2023, namun persiapannya harus dilakukan sejak 4 (empat) tahun sebelumnya yaitu sejak Januari 2019.
Menurut Andi Candra Jaya, jika IAPT yang lama lebih berorientasi pada input dan process maka IAPT yang baru atau versi 3.0, berorientasi pada output (hasil yang dicapai dalam jangka pendek) dan outcome (hasil yang dicapai jangka panjang). Perubahan orientasi ini memiliki dampak yang tidak kecil. Jika sebelumnya pengelolaan Prodi lebih menitikberatkan perhatiannya kepada kriteria calon mahasiswa yang akan masuk dan proses kerja yang berlangsung di dalam Prodi, maka kedepan titik berat perhatian itu akan berubah kepada apa yang telah riil dilakukan Prodi untuk mahasiswa dan apa yang telah riil dilakukan oleh Dosen.
Andi Candra Jaya mengemukakan bahwa prodi harus bersiap diri dari sekarang. Persiapan tersebut meliputi perubahan mentalitas kerja dan perubahan pola kerja. Pola kerja yang sebelumnya lebih bersifat teknis administratif, sekarang berubah menjadi pola kerja yang menuntut hasil nyata. Andi Candra Jaya mencontohkan, jika sebelumnya proses pengajaran lebih berorientasi pada kompetensi maka kedepan proses pengajaran harus berorientasi juga pada skill nyata saat mahasiswa menamatkan pendidikannya (output) dan skill nyata saat mahasiswa telah berada ditengah-tengah masyarakat (outcome).
Dosenpun harus merubah pola kerja penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan. Jika sebelumnya penelitian dan pengabdian pada masyarakat dilakukan hanya sekedar untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka sekarang pola itu harus dirubah menjadi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegrasi. Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegrasi berarti bahwa antara bidang ilmu Dosen – mata kuliah yang diampu – riset yang dilakukan dan pengabdian yang dilakukan harus satu alur. Satu alur artinya apa yang diabdikan kepada masyarakat adalah hasil riset yang telah dilakukan. Riset yang dilakukan adalah bidang ilmu yang diajarkan.
Untuk membentuk mahasiswa yang memiliki skill riil. Dosen harus merubah pola kerjanya dari sekedar mengajar dikelas menjadi semacam “tandem” kata Andi Candra Jaya. Dosen harus melibatkan mahasiswa dalam riset dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan melibatkan mahasiswa kedalam kedua kegiatan itu maka mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung tentang teknik riset dan pengalaman langsung dalam aplikasinya dimasyarakat.   
Perubahan orientasi IAPT ini juga memperlihatkan kepada kita bahwa scor-scor besar dalam penilaian IAPT akan bergeser dari penilaian input dan proses ke penilaian output dan outcome. Jadi menurut Andi, kedepan jika Prodi ingin mendapat nilai besar dalam akreditasinya maka Prodi harus unggul pada unsur output dan outcome. Untuk tujuan tersebut maka menurut Andi Candra Jaya, Prodi harus menyusun strategi unggulan dalam unsur output dan outcome. Demikian pula dengan Prodi Ilmu Politik, Prodi kami telah mempersiapkan strategi dan beberapa program unggulan sebagai respon terhadap bukan saja perubahan orientasi AIPT tetapi juga sebagai respon atas perkembangan pendidikan tinggi di tingkat nasional dan global dan menurut Andi Candra Jaya, strategi beserta program-program unggulan tersebut telah mendapat persetujuan dari Dekan dan para Wakil Dekan FISIP UIN Raden Fatah.



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)