•  
  • Pusat Informasi FISIP UIN Raden Fatah Palembang
Jumat, 19 Mei 2017 - 07:24:23 WIB
WORKSHOP KAJIAN ILMU POLITIK : ARAH SISTEM POLITIK INDONESIA DALAM KONTEKS MENUJU PEMILU SERENTAK 20
Diposting oleh : Iftitah Utami
Kategori: Berita headline - Dibaca: 119 kali

Kamis, 18/5 telah dilaksanakan Workshop kajian Ilmu Politik Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Raden Fatah Palembang “Arah Sistem Politik Indonesia dalam konteks menuju Pemilu Serentak 2019”. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Dekan FISIP UIN Raden Fatah Palembang, Walikota Palembang, Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Politik, Pakar Politik Universitas Padjajaran, PT. Indosat, PT. Telkomsel, DPW PKS, DPW PPP, DPW Golkar, Lurah Kelurahan Pahlawan, Kapolsek Kemuning, Sumatera  Ekspres, Tribun Sumsel, Sriwijaya Post, Koran Sindo, TVRI, KPU Kota Palembang, KPU Provinsi Sumsel, BAPPEDA Litbang Palembang, Kabag Kerjasama UIN Raden Fatah Palembang, Dosen FEBI, Dosen Syariah, Dosen FISIP, Dosen Dakwah, Staf/Pegawai lingkungan FISIP UIN Raden Fatah Palembang.

Sebelum acara dibuka ada penampilan Hadroh FISIP UINRaden Fatah Palembang yang mana baru terbentuk tahun ini oleh mahasiswa FISIP sendiri namun walaupun seperti itu mereka mampu memberikan yang terbaik dan menyukseskan acara hari ini. Setelah penampilan hadroh tersebut Acara dimulai dengan Pembukaan, pembacaan ayat suci alQuran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Raden Fatah Palembang, Sambutan Dekan FISIP UIN Raden Fatah Palembang, Sambutan Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Sambutan Walikota Palembang, Penyampaian Keynote Speech Oleh Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Politik, MoA dengan Indosat, Penutup.

Menurut Dekan FISIP dalam sambutannya menjelaskan bahwa FISIP ini adalah Fakultas yang baru berjalan 2 tahun namun walaupun demikian saat ini Jalur masuk SBMPTN tahun ini FISIP merupakan Fakultas yang paling banyak diminati, suatu kabar baik bagi FISIP sendiri khususnya walaupun FISIP Termasuk Fakultas yang masih baru namun minat dari masyarakat begitu antusias untuk bergabung. disamping itu beliau juga menerangkan bahwa acara Workshop ini merespon dua hal yakni, pertama Tahun 2019 akan diadakannya Pemilu Serentak khususnya di bulan Oktober,  Perbedaan aturan Legislatif dan Eksekutif. Kedua Keinginan Fraksi untuk menambang anggota Dewan baik kualitas maupun kuantitas.

Selanjutnya Rektor UIN Raden Fatah Palembang menerangkan bahwa akan ada wacana tahun depan FISIP akan ada gedung sendiri walaupun saat ini baik Kantor dan kelas FISIP Menumpang di berbagai fakultas namun FISIP ini merupakan Fakultas yang maju. Baru-baru dalam audit internal FISIP termasuk Fakultas terbaik setelah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan walaupun dalam hal sarana prasarana masih kurang. Melalui jalur prestasi memang FISIP termasuk Fakultas paling tinggi menyaingi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, ini semua karena sosialisasi dan kepercayaan, Ujarnya. Melihat hal tersebut dalam hal ini Rektor berupaya bahwa sesegera mungkin FISIP akan ada gedung. Kemudian beliau menyampaikan terkait Workshop Kajian Ilmu Politik ini, Spektrum kegiatan politik  dan keagamaan memang banyak pengaruh  dalam Pemilu seperti KPU adalah teknis dan respon masyarakat dapat dihandle oleh KPU, jadi peran konstruktif masyarakat sangat diperlukan dalam pemilu. Maka dibutuhkan Political education dan Voter education.

Kemudian Sambutan Walikota Palembang, beliau menyampaikan bahwa Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan, yakni keinginan sungguh-sungguh dalam mencapai sesuatu disesuaiakan dengan situasi dan kondisi dimana kita berada. Caranya adalah memberi contoh perilaku kepada masyarakat seperti terjun langsung ke lapangan membantu warga dan lain-lain, beliau menjelaskan bahwa Indonesia ini adalah negara yang dinobatkan nomor dua tingkat dunia yang paling banyak menyumbang sampah, maka dari itu perlunya kerjasama baik pemerintah dalam hal ini pemerintah kota palembang dengan masyarakat palembang sendiri khususnya. Tidak hanya itu dimanapun kita berada kita harus mampu menjaga kebersihan lingkungan seperti hal yang paling kecil membersihkan selokan di sekitar rumah, agar sampah tidak mengalir sehingga menyebabkan kebanjiran.

Acara selanjutnya Keynote Speech oleh Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Politik BAPPEDA Palembang yakni membahas terkait membangun tradisi politik dengan budaya bersih, beliau menjelaskan bahwa tradisi itu kebiasaan, politik merupakan usaha di tengah warga untuk mewujudkan kebaikan bersama. Politik dalam hal ini dapat kita contohka n dengan kepemimpinan kepala daerah yang mana hal tersebut adalah kebijakan publik. Dinamika Politik merangkaikan tradisi  politik budaya bersih, dengan demikian maka terciptanya kondisi masyarakat aman, damai dan kondusif.

Kemudian MoA FISIP dengan PT. Indosat, dalam acara ini dilaksanakan penandatangan bersama antara FISIP dan PT. Indosat. MoA ini tentang kemitraan strategis, adapun ruang lingkup MoA ini adalah Program Edukasi pemanfaatan Telekomunikasi dan Informatika dalam penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, pemanfaatan potensi dan layanan antara kedua belah pihak, semoga dengan adanya kerjasama ini mamu bersinergy dengan baik khususnya dalam bidang Telekomunikasi dan Informatika.

Selanjutnya pada sesi kedua acara Workshop Kajian Ilmu Politik ini ini membahas terkait Relasi Kuasa Eksekutif dan Legislatif Pasca Pemilihan Umum serentak 2019. Beliau menuturkan bahwa transformasi Relasi Kuasa Eksekutif dan Legislatif Pasca Pemilihan Umum serentak 2019 antara Ode Baru dan Pasca Reformasi, Indonesia menurutnya bukanlah Negara Presidensial maupun Parlementer namun Negara yang mix dengan adanya kapitalis, liberalis, sosialis. Relasi kekuasaan itu sendiri adalah Hubungan yang tidak terbatas atau asimetris. Sisi Politik itu ada dua macam yaitu merpati (Lembut dan Penuh kemuliaan) dan Ular (licik dan jahat) walaupun demikian dimana posisi kita saat ini apakah merpati ataukah ular. 



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)