Analisis Kinerja Pemerintah Kota Palembang Pada Masa Covid-19, ISS FISIP UIN Raden Fatah resmi Rilis Hasil Survey

INSTITUTE For Social Studies (ISS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang merilis hasil Pengawasan Pemerintah Kota Palembang pada masa covid-19 dan mengukur peluang Pilkada Kota Palembang 2024.

Survei ini dilakukan sebagai bagian dari Praktikum Kuliah dalam Mata Kuliah Praktikum Survei Opini Publik. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Rafa Tower UIN Raden Fatah dan dihadiri langsung oleh Dekan FISIP, Jum’at (10/12/2021).

Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat Kota Palembang tidak puas dengan kinerja Harnojoyo. Namun masyarakat kurang setuju dengan beberapa kebijakan yang dibuat seperti kebijakan wajib untuk mendapatkan pelayanan publik

Mengenai aturan wajib vaksinasi saat beraktivitas di ruang publik, sebanyak 54,69% masayarakat Kota Palembang setuju dengan aturan masuk ke tempat publik seperti rekreasi, pusat perbelanjaan dsb, harus membuktikan telah divaksinasi. Sedangkan 43,75% menanggapi tidak setuju dengan aturan tersebut. Namun untuk mendapatkan layanan publik lebih banyak yang menolak adanya aturan program vaksinasi.

Dari hasil survei juga menunjukkan mayoritas masyarakat Kota Palembang dinilai puas dengan kinerja Fitrianti Agustinda (Wakil Walikota Palembang). Sebanyak 76,83% menilai puas dan 16,9% menilai tidak puas.

Masalah yang harus di tindaklanjuti oleh pemerintah adalah sembako menurun. Masalah penanganan covid-19, kurang dan sulitnya lapangan pekerjaan, serta masalah banjir dan kemacetan yang samapai saat ini belum bisa diselesaikan.

Ketua Tim ISS FISIP UIN Raden Fatah, Ahmad Muhaimin mengatakan rilis hasil survei ini melibatkan 384 sampel masyarakat di 18 kecamatan di Kota Palembang yang diwawancarai dengan tingkat human error 5 persen.

“Metode Survei yang digunakan adalah Multy Stage Random Sampling dengan menyasar semua populasi di Kota Palembang yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Jumlah sampel yang dilibatkan sebanyak 384 responden dan memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error – MoE) ±5% pada tingkat kepercayaan (Convident Level) 95%” ujarnya.

Ahmad Muhaimin mengatakan, Semua Populasi Pemilih memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai Responden, yang nantinya akan wawancarai oleh mahasiwa yangtelah dipilih

“Tujuan dilakukan survei ini untuk mempertajam kemampuan mahasiswa dalam melakukan praktik survei. Hal ini perlu dilakukan karena mahasiswa praktik langsung ke lapangan dengan kontrol yang ketat baik secara teoritis maupun praktis” pungkasnya.

Ia juga menuturkan bahwa survei ini diadakan untuk menggali isu politik dan korelasinya di tengah pandemi dan prediksi jelang pilkada 2024 nanti.

Leave a Comment

Your email address will not be published.