Agenda Padat selama di AS, Kunjungan UIN Raden Fatah Buahkan Banyak Hasil

Delegasi UIN Raden Fatah telah melakukan kunjungan akademik ke USA, tepatnya ke Washington DC dan New York, sejak keberangkatan 17 Juli dan pulang ke tanah air 27 Juli 2022. Delegasi UIN dipimpin langsung oleh Rektor Prof Nyayu Khodijah dan didampingi oleh tim yang terdiri dari Wakil Rektor I Dr. Muhammad Adil, Wakil Rektor II Dr. Abdul Hadi, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Dr. Endang Rochmiatun, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr. Syahril Jamil, Ketua Pusat Layanan Internasional Susi Herti Afriani, Ph.D, Ketua Satuan Pengawas Internal Deky Anwar, Ph.D, Wakil Dekan I FISIP Dr. Yenrizal, M.Si, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Dr.Maftukhatussolihah, dan Kepala Biro AAKK Jumari Iswadi. 

Lawatan selama 10 hari diawali dengan diskusi dan International Community Services bersama Sustaied Dialog Institute, dan besoknya dilanjutkan penandatangan kesepakatan kerjasama dengan Thunderbird School of Global Management Arizona State Unversity, dilanjutkan dengan agenda Global Leadership Training, Though Leadership bersama Editor in Chief National Geographic. Hari kedua dilanjutkan dengan Sharing session bersama Direktur Eksekutif World Bank langsung di kantor pusat World Bank, dilanjutkan dengan Capitol Hill visit. Hari berikutnya adalah silaturrahmi dan sharing session bersama Kedutaan Besar Indonesia di AS. Agenda berikutnya adalah diskusi dan penandatanganan kerjasama dengan Indonesian Moslem Association in America (IMAAM), dilanjutkan berikutnya adalah International Community Services di IMAAM Center. Semua kegiatan ini dilaksanakan di Washington DC.

Agenda berikutnya adalah ke New York City. Kota bisnis di AS dan terkenal dengan sebutan kota yang tak pernah tidur ini didatangi oleh tim UIN Raden Fatah. Agenda penting adalah penjajakan kerjasama dengan New York University serta melakukan site visit ke kampus NYU.

“Memang agenda kita padat sekali, karena semua sudah terjadwalkan. Selain itu banyak pula tambahan-tambahan agenda baru atas fasilitasi dari Thunderbird. Ini sangat kita syukuri, sambutan mereka sangat hangat sekali, bersahabat, dan teramat ramah dengan kita. Saya betul-betul merasa tersanjung dan juga menjadi tantangan bahwa semua ini harus berlanjut dengan kerjasama konkrit,” ujar Prof Nyayu Khodijah.

Dari serangkaian agenda tersebut, maka diperoleh beberapa hal penting untuk kemudian menjadi langkah konkrit yang harus diwujudkan.

Pertama, unsur pimpinan di UIN Raden Fatah telah mendapatkan suntikan ilmu dan keterampilan baru yang bertajuk Global Leadership Training. Ini tidak mudah dicapai karena situasi dan kondisi yang ada selama ini.

Kedua, tampilnya Rektor sebagai pembicara pada forum kelas dunia dan berhasil bergandengan dengan sebuah lembaga pemberitaan terbesar di dunia, National Geographic.

Ketiga, terlaksananya International Community Services dengan Sustained Dialog Institute yang sangat penting dalam meningkatkan rekognisi dosen pada level internasional.

Keempat, terbukanya peluang pembukaan program pendidikan non gelar berlevel internasional bersama Sustained Dialog Institute. Program ini bisa menjadi sebuah program khusus yang akan menaikkan rating lembaga dalam pengabdian pada masyarakat.

Kelima, terbukanya peluang untuk mengadakan berbagai program dengan kerjasama World Bank. Hal ini menjadi perhatian tersendiri karena fokus UIN Raden Fatah bisa dikolaborasikan dengan misi yang dibawa oleh World Bank.

Keenam, UIN Raden Fatah menjadi satu-satunya lembaga pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia yang berhasil berdialog langsung dengan Executive Director World Bank dan kemudian juga menjadi yang pertama menjalin kerjasama internasional dengan perguruan tinggi besar di AS.

Ketujuh, UIN Raden Fatah menjadi satu-satunya lembaga pendidikan tinggi keagamaan (UIN) di Indonesia yang berkolaborasi dengan lembaga pendidikan manajemen terbaik dan nomor 1 di AS. Ini berdampak besar pada rasa kepercayaan diri UIN Raden Fatah untuk bisa mengambil langkah konkrit.

Kedelapan, pertamakalinya lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia yang mampu tampil sebagai pembicara di Thunderbird dan duet dengan Editor in Chief National Geographic. Hal ini berpengaruh besar dalam menaikkan nama besar UIN Raden Fatah.

Kesembilan, terbukanya tawaran beasiswa pendidikan S2 dan S3 di AS melalui kerjasama dengan Kedutaan Besar RI di AS dan dengan Thunderbird School of Global Management. Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM di UIN Raden Fatah.

Sepuluh, terlaksananya MoU antara UIN Raden Fatah dengan komunitas muslim Indonesia di AS yaitu IMAAM. Ini menjadi bentuk MoU internasional yang sangat mungkin ditindakanjuti. Kuantitas kerjasama internasional UIN bertambah kuat.

Sebelas, terbukanya peluang melakukan pengabdian masyarakat pada level internasional atas kerjasama dengan IMAAM Center. Pada jadwal tertentu, tim dari UIN Raden Fatah akan menjadi penceramah di IMAAM Center melalui aplikasi online meeting. Semakin banyak dosen UIN tampil pada pengabdian masyarakat internasional akan berpengaruh besar pada akreditasi lembaga.

Duabelas, terbukanya peluang kerjasama riset dan penerbitan jurnal internasional dengan Thunderbird School of Global Management. Ini sangat membantu sekali dalam meningkatkan publikasi dosen, reputasi lembaga, dan percepatan guru besar.

Tigabelas, terbukanya peluang kerjasama dengan New York University di masa datang. Ini penting karena akan berkaitan dengan reputasi lembaga di level internasional dan bisa menjembatani dosen dan mahasiswa untuk melanjutkan studi.

Empatbelas, dimungkinkannya diadakan kelas double degree internasional dengan lembaga pendidikan tinggi ternama di AS. Thunderbird dan NYU sudah membuka peluang dan ini merupakan langkah strategis.

Dari semua hasil tersebut, tampak bahwa reputasi UIN untuk mengejar visi internasional akan semakin mudah diwujudkan. “Insyaallah kita segera siapkan langkah konkriy, bentuk tim, dan segera eksekusi. Kita gerak cepat,” tegas Rektor.(Yen)

Leave a Comment

Your email address will not be published.